Tanah Abang dikenal sebagai surga belanja kain dan pakaian. Tapi bagi para food hunter, kawasan ini menyimpan harta karun tersembunyi — deretan pedagang street food legendaris yang sudah berjualan puluhan tahun dengan harga yang sangat bersahabat.
Kami menghabiskan dua hari penuh menjelajahi gang-gang sempit Tanah Abang untuk mencari kuliner terbaik. Ini hasilnya!
Rasa: 4.9/5 | Harga: 5.0/5 | Antrian: Panjang 😅 | Worth it: 100% ✅
1. Nasi Uduk Ibu Yati — Legend Sejak 1978
Buka dari jam 6 pagi, biasanya habis sebelum jam 9. Nasi uduknya harum dengan santan yang pas, lauknya beragam — paru goreng, ayam goreng, tempe orek, sambal kacang. Harga Rp 15.000–25.000 per porsi. Rating: 4.9/5
2. Mie Ayam Pak Darto
Sudah berjualan lebih dari 30 tahun. Mie-nya kenyal homemade, kuahnya bening tapi gurih, topping ayam cincangnya banyak dan tidak pelit. Porsi jumbo dengan harga Rp 18.000. Rating: 4.8/5
3. Es Cendol Legendaris
Cendolnya dibuat sendiri setiap pagi, santan segar diperas langsung, gula merahnya cair dan tidak terlalu manis. Di cuaca Jakarta yang panas, ini adalah penyelamat. Harga Rp 8.000/gelas. Rating: 5.0/5
4. Sate Padang Uni Ningsih
Sate padang dengan kuah kuning kental yang luar biasa. Dagingnya empuk, bumbunya meresap sampai dalam. Satu porsi 10 tusuk plus lontong cuma Rp 22.000. Selalu antri minimal 20 menit. Rating: 4.9/5
5. Martabak Telur Pak Hasan
Martabak telur yang digoreng di atas wajan besi besar berisi banyak daging dan daun bawang. Kulit luarnya super crispy, isiannya penuh. Porsi standar Rp 25.000, ukuran besar Rp 40.000. Rating: 4.8/5
Datang weekday pagi (jam 7–9) untuk hindari antrian panjang akhir pekan. Siapkan uang cash karena kebanyakan pedagang tidak menerima QRIS. Bawa dompet cadangan karena pasti tergoda beli sana-sini!